Proyek:
Residensi dan Pertukaran Seniman
INDONESIAN VISUAL ART ARCHIVE
Grafiti Anda


Selama periode 1999-2003, IVAA didukung oleh Unesco-IFPC (International Fund for the Promotion of Culture), Ford Foundation, dan Yayasan Kelola mengorganisir program Bursaries for Artists. Program ini ditujukan untuk mendukung pengembangan perupa muda dari latar belakang yang beragam. Program ini memungkinkan seniman terpilih untuk tinggal dan menjalankan proses kreatif selama dua bulan di Yogyakarta. Perupa terpilih juga difasilitasi untuk mengadakan kuliah umum, pameran dan diskusi. Setelah itu, IVAA bekerja sama dengan Asialink untuk program pertukaran ini. IVAA membuka kesempatan untuk melakukan program serupa dengan prosedur yang disesuaikan.
Malcolm Smith

Pada tahun 2005, Malcolm Smith dari Australia menjalankan residensinya di Indonesia. IVAA and Rumah Seni Cemeti menjadi tuan rumahnya selama 2 bulan. Pada periode residensinya, Ia mengadakan serangkaian workshop. Salah satunya dinamakan “Do It Yourself Video Projector Workshop”, dimana Ia mengajak orang-orang untuk membuat sendiri proyektor video mereka. Partisipan workshop dipilih berdasarkan keahlian mereka dan mewakili komunitas masing-masing, baik dari seni media rekam maupun komunitas yang aktif di bidang elektronik, dengan harapan mereka akan mendistribusikan pengalaman yang mereka peroleh dalam komunitasnya. Workshop ini diadakan selama 1 minggu di Open Circuit Community (OCC), Yogyakarta.

Danius Kesminas

Pada tahun 2006, Danius Kesminas dari Australia menjalankan periode residensinya di IVAA. Dengan asistennya, Samuel Bagas Wirasseto (Gentonk), Ia bekerja dengan sekumpulan perupa muda Yogyakarta. Bersama-sama mereka membentuk PUNKASILA, kelompok yang membuat musik dan pertunjukannya berdasarkan isu-isu sosial politik. PUNKASILA melibatkan perupa-perupa lain karena mereka menggunakan ikon-ikon militer seperti seragam tentara dengan motif batik sampai gitar yang meniru bentuk senapan. PUNKASILA mengadakan pertunjukan mereka di Yogyakarta, Bandung dan Semarang. Mereka juga telah merilis album berjudul “Acronym Wars”. Setelah Danius Kesminas menyelesaikan periode residensinya, PUNKASILA sempat diundang untuk melangsungkan pertunjukan di Australia dan mengadakan beberapa pertunjukan lain di Yogyakarta. PUNKASILA adalah: Danius Kesminas, "Hahan" Uji Handoko Eko Saputro, Rudy "Atjeh" Dharmawan, "Iyok" Prayoga Satrio Utomo, Janu Satmoko, Prihatmoko "Moky" Catur, Gde Krisna Widiatama dan Wimo Ambala Bayang.

Att Poomtang-on (Yao)

Pada tahun 2003 (25 Agustus – 23 Oktober), Att Poomtang-on (Yao) dari Thailand terpilih untuk residensi di Yogyakarta, Indonesia. Ia diasisteni oleh Eko Nugroho dan Iwan Effendi. Yao memilih untuk mempresentasikan karyanya “Jagalah, Berubahlah”. Ia juga mengadakan kuliah umum dan artist’s talk dalam proyeknya di Yogyakarta.

1