Info Baru
INDONESIAN VISUAL ART ARCHIVE
Grafiti Anda

gambar2

Terbitan Baru

Kompilasi Pertunjukkan Black Ribbon 2004-2005
Penulis : Dokumentasi IVAA
Harga : Rp 50.000 (tidak termasuk ongkos kirim)
Jenis : Dokumenter

Trio Hahan, Iyok, Krisna adalah mahasiswa Institut Seni Indonesia. Black Ribbon pertama muncul pada launching komik di Yogyakarta tahun 2004. Nama pertama yang mereka gunakan adalah DJ Cassete. Ide mereka adalah merusak suara-suara dari kaset menjadi suara-suara yang mereka buat aneh dengan menggunakan beberapa rangkaian alat dari tape dan radio bekas dipakai.

Agenda IVAA

Nanang Zulkarnaen: Ada Apa dengan Kumis?
09 Mei 2008
Tempat : IVAA Hobby Studio
Jam : 19:00

IVAA dan Galeri ASVIGUS mengundang Anda untuk menghadiri pameran oleh Nanang Zulkarnaen mulai 9 sampai dengan 16 Mei 2008.

Dalam Pameran ini, Nanang Zulkarnaen menghadirkan serangkaian karya yang diskalakan untuk menyesuaikan dengan maket Galeri ASVIGUS. Sebagaimana hal yang kerap dilakukan oleh perencana bangunan yang menyusun maket terlebih dahulu sebelum membangun dalam ukuran sebenarnya.

Karya yang ditampilkan dalam pameran ini antara lain karya 2 dimensi dan 3 dimensi

Lowongan Sekretaris IVAA
06 Mei 2008
Tempat : Indonesian Visual Art Archive
Jam : 11:00

Kami di Indonesian Visual Art Archive (IVAA) membuka lowongan kerja sekretaris dengan kualifikasi sebagai berikut:
-       Perempuan, usia antara 25-35 tahun
-       Mampu menggunakan komputer (Microsoft Office) dan internet
-       Memiliki skill organizing, filing dan surat-menyurat
-       Teliti dan telaten
-       Familiar dengan bahasa Inggris
-       Tertarik dengan dunia seni rupa dan budaya
Untuk mulai kerja Juni 2008, kontrak setahun dengan kemungkinan perpanjangan.
Kirimkan surat lamaran, cv, pas foto dan dokumen terkait melalui pos/email ke:
Indonesian Visual Art Archive
Jl. Patehan Tengah 37
Yogyakarta 55133
Email: ivaa@ivaa-online.org

Batas akhir pengiriman: 20 Mei 2008

Pembukaan: Pameran Karya Wayang Kulit oleh Ki Ledjar
17 April 2008
Tempat : Warung Mbak Ivaa
Jam : 19:00

Pameran yang berlangsung hingga Mei 2008 ini menampilkan karya-karya oleh Ki Ledjar Subroto, seorang seniman yang telah menggulati kreasi pewayangan sejak 50 tahun lalu. Kali ini Ia menampilkan karya-karya wayang yang sesungguhnya dipesan oleh Museum KNIL di Belanda. Keunikan karya wayang ini terletak pada pengembangan karakter yang merujuk langsung pada imaji-imaji atas tokoh yang dicatat dalam sejarah 2 bangsa, Indonesia dan Belanda, yakni mereka yang terlibat dalam peristiwa 'Agresi Militer #2 tahun 1949'. Pembukaan juga akan menampilkan Ki Nanang, dalang muda dengan fragmennya tentang peristiwa 'Agresi #2 tahun 1949' ini.

 

BookAID Vol.02/08
12 April 2008
Tempat : Edwin's Gallery, Kemang, Jakarta
Jam : 19:21

Mengundang Anda untuk menghadiri Pembukaan Pameran Fundraising BookAID vol.02/08I Boys and GirlsI Contemporary Art, Youth Life and Culture, yang kali ini melibatkan para seniman berikut:


Part I:
Arahmaiani/Astari Rasjid/Ayu Arista Murti/Diah Yulianti/
Dolorosa Sinaga/Dyan Anggraeni/Endang Lestari/Indie Guerillas
(Santi Ariestyoawanti)/Lelyana/Tiarma Sirait/Theresia Agustina (Tere)/Wara Anindyah/Yani Mariani Sastranegara

Part II:
Abdi Setiawan/Abdul Syukur/Agung Kurniawan/Angki Purbandono
/Arie Dyanto/Bambang BP/David Armi Putra/Decky Leos/
Eddie Prabandono/Edwin D Roseno/Eko Didyk Sukowati
/Entang Wiharso/Erizal AS/Feri Eka Candra/Gusmen Heriadi
/Hojatul/I Made Arya Palguna/I Made Aswino Aji/Indra Widiyanto
/Iwan Effendi/Julnaidi MS/Nindityo Adipurnomo/Pius Sigit Kuncoro
/Rieswandi/Rifqi Sukma/Rosid/S.Teddy D/Rudi Sri Handoko
/Terra Bajraghosa/Tommy Wondra/Willy Himawan/
Wimo Ambala Bayang/Yon Indra/Yuswantoro Adi

Pembukaan: Pameran Tunggal oleh Pius Sigit Kuncoro
03 Maret 2008
Tempat : IVAA Hobby Studio
Jam : 19:00

"The Final Battle" adalah ungkapan duka cita Sigit Pius pada seorang anak petani, prajurit dan mantan pemimpin Republik Indonesia yang mengakhiri masa kepemimpinannya pada 1998 lalu.

Figur tersebut, alm. HM. Soeharto telah menginspirasi Sigit Pius untuk mendekonstruksi atmosfer bangsa pada saat-saat terakhir sang mantan pemimpin. Saat-saat yang kemudian Ia anggap sebagai pertempuran terakhir dari sang Jenderal.