Proyek :
Gerilya Project
INDONESIAN VISUAL ART ARCHIVE
Gerilya Project
INDONESIAN VISUAL ART ARCHIVE
Grafiti Anda

Gerilya Project (G-Project) adalah pengembangan dari proyek IVAA, setelah sebelumnya menjalankan proyek ASuRa atau Apresiasi Seni Rupa untuk Remaja (ASuRA). ASuRa berjalan selama tiga kali pelaksanaan (2000-2003).Walau diberi judul "apresiasi", tetapi sesungguhnya proyek pertama tersebut lebih berupa hands-on practice, di mana para siswa berkesempatan untuk bekerja bersama para seniman yang IVAA undang. Selama 4-6 kali pertemuan mereka diajak bekerja membuat sesuatu berbasis material yang sederhana, murah, dan mudah didapat. IVAA tidak ingin menjadi pemain tunggal dalam project ini. IVAA membuka seluasnya kemungkinan bagi pihak lain untuk turut memiliki project ini. Maka, dalam pengadaan referensi teknis dan nonteknis sebagaimana disebut di atas, IVAA mengundang pihak-pihak yang berkompeten di bidangnya: seniman, pakar teknologi aplikatif pendidikan, analis sosial, dan lain sebagainya. Benang merah dari keterlibatan mereka adalah upaya memperluas referensi bagi para guru.
Kolase bersama Angki Purbandono
21 Februari 2007
Angki Purbandono adalah seniman fotografi yang berkarya dengan teknik manual maupun digital. Dalam workshop ini, Ia memperkenalkan salah satu teknik yang kerap Ia aplikasikan secara digital, dengan prinsip kolase.
Ukiyo-e bersama Eddi Prabandono
07 Februari 2007
Dalam workshop ini, para guru diperkenalkan pada teknik Ukiyo-e, teknik seni grafis Jepang kuno yang menghasilkan gambar dari cukilan-cukilan papan kayu yang dicetak pada sebuah kertas yang dikenal sebagai
Menggambar Komik bersama Ismail
24 Januari 2007
Ismail adalah komikus yang dikenal dengan karakternya di KOMPAS Minggu, Sukribo. Dalam workshop ini, Ia memandu para guru dalam perancangan komik strip mulai dari penyusunan cerita, penokohan hingga penggambaran.
Yugo Hendrolukito adalah seniman yang bekerja dengan berbagai materi kertas. Dalam workshop ini, para guru diperkenalkan dengan teknik-teknik pengolahan kertas bekas menjadi berbagai bentuk seperti topeng atau kerajinan lain.
Mural bersama Bambang 'Toko' Witjaksono
25 Februari 2005
Bambang 'Toko' Witjaksono adalah seniman yang aktif membuat mural di ruang-ruang publik kota Yogyakarta. Dalam workshop ini, Ia mengajak guru-guru untuk bersama-sama merancang gambar untuk mural sekaligus memperkenalkan teknik
Prev | Next
1 | 2




