Program :
Ad - Hoc
INDONESIAN VISUAL ART ARCHIVE
Grafiti Anda

Pancaroba

Pancaroba adalah serangkaian presentasi dan diskusi yang diadakan di Indonesian Visual Art Archive. Yang dipresentasikan tidak cuma karya visual seperti komik/sketsa/foto/lukisan, video/film, kaos/mainan/merchandise buatan sendiri, dll. Tapi juga karya tulis atau penelitian yang bersinggungan dengan aktivitas yang melibatkan media (audio) visual. Pancaroba sendiri bergantian menghadirkan individu dan kelompok yang berniat untuk cukup aktif menelorkan buah pikirannya lewat karya visual dan atau metode-metode yang melibatkan media visual. Setiap presentasi mengangkat satu tema yang berkaitan dengan aktivitas individu/kelompok yang mempresentasikan karya/produknya. Partisipan bisa mengkritik atau sekedar memberi masukan untuk karya/produk yang dipresentasikan, atau malah mengangkat perspektif berpikir yang beda mengenai pergerakan karya/produk tersebut di lingkungan sehari-hari kita.
Presentasi/Diskusi yang sudah di adakan
Talkseries: Arafura Craft Exchange
03 Agustus 2008
Tempat: Warung Mbak Ivaa
Pembicara: Sudjud Dartanto

Talkseries kali ini mengundang Sudjud Dartanto, sebagai salah satu kurator untuk Arafura Craft Exchange di Australia. Ia menceritakan bagaimana tahap awal dari proses kuratorial berlangsung, yakni pemetaan studio-studio yang menjadi situs proses seniman kriya. Baginya, pemetaan dengan kunjungan ke studio ini menjadi unik karena pada dasarnya, setiap seniman kriya memanfaatkan kemampuan mereka untuk eksplorasi produk yang bersifat kerajinan.


Pancaroba: Industri Kreatif
05 Oktober 2007
Tempat: IVAA
Pembicara: Mario Youth Dew

Dalam 5 tahun belakangan, industri indie clothing dan design apparel di Yogya terus tumbuh dan berganti. Salah satu yang bertahan diantara para pemainnya adalah Roof dengan Roof Store nya. Beberapa afiliasi yang kemudian berjalan beriringan dengan Roof adalah Youth Dew dan Double Division.
Untuk Pancaroba kali ini, kami mengundang Mario dari Youth Dew untuk mempresentasikan produk-produk tas dengan gaya vintage. Produk ini kami anggap istimewa karena pemilihan penggunaan material (kain dari baju bekas dan aksesoris dari produk bekas) dan desain yang konsisten.
Mario dari Youth Dew kemudian memaparkan bagaimana mereka melakukan pemilihan material dan menentukan desain yang bisa membedakan produk mereka dengan produk serupa. Termasuk kemudian senantiasa menghidupi industri kreatif kecil mereka yang perlahan-lahan tumbuh.


Pancaroba: Kelanjutan Ruang Hasil Inisiatif Seniman
27 Februari 2007
Tempat: IVAA
Pembicara: ButonKultur 21

Ruang-ruang alternatif di kota-kota besar Pulau Jawa sempat menjamur. Bandung sendiri tercatat pernah memunculkan ruang-ruang yang mengkhususkan diri sebagai laboratorium penciptaan karya seni yang berusaha membebaskan diri dari trend ruang pamer semata. Kecenderungan ini biasanya ditemukan lebih kuat pada ruang-ruang yang dikelola oleh sekelompok seniman (Artists’ Initiative Spaces). Ternyata diantara dinamika timbul tenggelamnya artists’ initiative spaces, masih banyak seniman (muda) yang membentuk kelompok kemudian merancang sebuah ruang sebagai situs eksplorasi mereka. Salah satu diantaranya adalah ButonKultur. Apa saja yang diproyeksikan oleh Buton dalam kerja-kerja awal mereka, termasuk dalam menyikapi dinamika seni rupa Bandung saat ini?


Pancaroba: Blogger Masih Hidup!
16 Januari 2007
Tempat: The Gate Cafe
Pembicara: Hendra Harsono, Alia Swastika

Blog yang dibicarakan dalam diskusi ini mengambil sampel dari halaman-halaman blog milik Hendra ‘HeHe’ Harsono. Blog di http://senjaketawa.blogspot.com ini Ia perlakukan bukan hanya sebagai catatan harian berupa teks tapi juga situs dimana Ia bisa memajang karya. Salah satu keuntungan memajang karya di blog menurutnya adalah karena tiap orang bisa langsung melihat dan mengomentari karya-karya tersebut, bahkan membelinya.
Alia Swastika adalah seorang blogger yang banyak mempublikasikan karya esai dan prosanya di halaman blog pribadi. Ia menanggapi fenomena blog yang muncul dan berkembang di kalangan seniman muda, dimana blog tersebut sedikitnya berfungsi sebagai galeri online. Alia, yang juga seorang penulis seni rupa dan kurator di Rumah Seni Cemeti, mengemukakan beberapa metode untuk mengoptimalisasi fungsi blog sebagai galeri online.


Pancaroba: Media Visual dan Kampanye
26 Desember 2006
Tempat: IVAA
Pembicara: Partai Bunderan UGM, POOP! Together we fund, Terra Bajraghossa

Kampanye lewat media visual merupakan hal yang umum ditemukan di lingkungan sekitar kita. Terutama untuk kampanye yang melibatkan gerakan massa dan bernuansa politik. Misalnya, di jalan-jalan kita akan dengan mudah menemukan pamflet, poster dan baliho yang menganjurkan kita untuk memilih calon wakil rakyat dari partai tertentu. Pola inilah yang kurang lebih juga diterapkan oleh Partai Bunderan UGM yang mencalonkan Ketua Senat Mahasiswa UGM. Pada masa kampanye, areal UGM dipenuhi dengan berbagai media visual yang menganjurkan para mahasiswa untuk memilih calon dari masing-masing partai.

POOP! juga melakukan gerakan yang serupa, dimana mereka melakukan kampanye lingkungan hidup melalui penjualan T-Shirt dengan jargon seperti ‘Save Your Garden’, mengelola blog yang membahas isu-isu lingkungan dan menyisihkan beberapa persen dari penjualan kaos tersebut untuk kampanye berikutnya.

Terra, seorang desainer dan dosen muda di FSRD ISI Yogyakarta menanggapi presentasi keduanya dengan menunjukkan kekuatan dari pola-pola berkampanye yang kerap dilakukan dan beberapa inovasi dalam mengkampanyekan suatu isu.


1 | 2