Masuk akal bila internet berdampak juga pada wilayah kesenian itu sendiri. Hadirnya infrastruktur virtual baru di internet seperti galeri, museum, artshop adalah fakta yang nyata di alam dotcom. Tak kurang pula , ratusan dan mungkin untuk ke depan jutaan situ seniman juga bisa muncul di internet. Yang penting disorot adalah adanya perubahan pada tata cara kesenian, yaitu mengenai cara mengapresiasi karya, menyelenggarakan pameran, perlelangan dan lain-lain. Di lain sisi kita bisa bertanya bagaimana dengan cara tradisi dan tata cara dunia seni rupa non-internet ini? Juga bagaimana perihal posisi dan identitas public seni dalam dalam situasi itu?




