Surat Vol. 26

volume-26Menengok berbagai event seni visual Indonesia sepanjang 2005 lalu, mulai dari terselenggaranya biennal di Jakarta, Bali, Yogyakarta beserta kontroversi yang menyertainya seperti infrastruktur seni visual yang dianggap lemah, manajemen dan wacana bienal, hingga pameran seri “Omong Kosong” dan diberinya kesempatan luas kepada seniman-seniman muda di berbagai event; menarik perhatian tim redaksi SURAT untuk membuat review atas hal tersebut. Tidak luput dari amatan adalah media massa sebagai mediator berbagai gagasan seni visual. Maka, kami sajikan juga review atas kontribusi majalah Visual Arts di dunia seni visual Indonesia belakangan ini, serta analisis atas kliping Koran yang selalu dilakukan oleh Yayasan Seni Cemeti (YSC). Edisi review ini berangkat pula dari kehendak YSC sebagai pusat dokumentasi seni visual untuk mempublikasikan hasil temuan kami dari berbagai diskusi formal maupun non formal, material data baik media cetak dan media audio visual yang berhasil didokumentasikan.