Mozaik, kutipan dan lenyapnya batas-batas...
Di atas bukanlah deretan kata kunci, ia hanya menjadi tanda dan tafsir terhadap hiruk pikuk kesenian belakangan ini. Tak terelakkan kalau begitu banyak berbagai kesenian yang muncul dan beragam, keberbagaian itu, bak lukisan dengan teknik mozaik. Kita – di satu sisi bisa menjadi penghayat dan penafsir aktif dari keberbagaian itu. Barangkali sering mendengar, sebuah karya dan peristwa seni dikatakan dengan berbagai kemiripannya. Dejavu atau sebuah rekonsepsi? Semakin sublimnya berbagai ‘entitas’ apalagi dengan berbagai konvergensi teknologi belakangan ini semakin meliungkan beradaan ‘pagar-pagar’ versus konvensi baru sebuah lenyapnya batas-batas (borderless). Yang hadir dalam SURAT YSC volume ini pun, adalah upaya penceritaan dan percakapan tentang mozaik, tentang kutipan-kutipan, tentang kelenyapa batas.




