Indonesian Visual Art Archive (IVAA) bekerjasama dengan KINOKI dan Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI) menyelenggarakan acara MARI MENONTON: SERI DOKUMENTER LEKRA, pada Hari Sabtu, 19 Desember 2009. Termasuk dalam acara tersebut yaitu sesi ngobrol dengan para pembuat film, yaitu Andre Dananjaya, M. Abduh Azis, Lasja F. Susatyo dan Putu Oka Sukanta (jam 19.00 WIB).
Semua film diputar di RUANG SEMINAR Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jalan Sriwedani No. 1 Yogyakarta. GRATIS!
JADWAL PEMUTARAN
16:00 WIB – Yang Bertanah Air, Tak Bertanah
(A. Dananjaya/48 menit/bahasa indonesia, teks inggris)
Kesaksian mantan anggota LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat) mengenai garis pergerakannya sebagai kelanjutan Revolusi 1945 yang belum selesai. Sebuah runtutan momen pergerakan politik dan budaya.
17:00 WIB – Seni Ditating Jaman
(Putu Oka Sukanta, Lilik Munafidah, Hendro Sutono/40 menit/bahasa indonesia, teks inggris)
Pengalaman beberapa seniman LEKRA yang terus berkarya di tengah ketertindasan dan penistaan Orde Baru baik di dalam maupun di luar penjara. Mereka membuktikan bahwa semangat dan ide-ide yang dituangkan melalui kerja dan karya tidak bisa dipadamkan oleh kekuasaan apapun.
19:00 WIb – Tjidurian 19
(M. Abduh, Lasja F. Susatyo/40 menit/bahasa indonesia, teks inggris)
Pangalaman para seniman LEKRA yang sempat tinggal berkantor dan berkreasi di Jalan Tjidurian 19 Cikini, Jakarta Pusat. Rumah-kantor milik kepala rumah tangga LEKRA, Oey Hay Djoen, tersebut dirampas, diduduki, kemudian dijual ke pihak lain oleh aparat negara Orde Baru. Sekarang telah menjadi gedung mewah bertingkat dengan fungsinya yang baru pula.
** Film-film tersebut dapat ditonton secara langsung di televisi Perpustakaan IVAA, setiap hari kerja, di Jalan Patehan Tengah 37 Yogyakarta, pada jam kerja (09.00 – 17.00 WIB).




