Penterjemah: Syafiatudina
Tempat: Indonesian Visual Art Archive (IVAA) Library
Patehan Tengah 37, Yogyakarta, Indonesia
22 Maret, 19.00
Selama masa residensinya di IVAA (Indonesian Visual Art Archive), Desember 2009 – Maret 2010, Katerina tertarik untuk melacak persoalan performativity pada seni visual di Indonesia. Ia sangat tertarik untuk melihat bagaimana seniman-seniman di sini mempunyai pendekatan peformative pada karya-karya mereka.
Presentasi akan dimulai dengan sedikit pengantar dari Katerina mengenai konsep performativity yang digunakannya. Setelah itu, ia akan menceritakan mengenai aspek-aspek performance pada tradisi masyarakat Jawa untuk memulai pembicaraan pada situasi sekarang. Katerina akan menyajikan contoh-contoh dalam pertunjukan wayang dan kethoprak yang mempunyai hubungan erat dengan konteks politik dan sosial.
Diskusi dilanjutkan dengan contoh-contoh seniman yang bekerja secara multidisipliner dan menggunakan karakter-karakter performative. Misalnya, pada karya-karya seniman yang menggunakan aspek teatrikal dan melibatkan audience dalam (proses) karyanya.
Katerina Valdivia Bruch adalah kurator seni independen dan penari kontemporer yang tinggal di Berlin, Jerman. Dia menempuh pendidikan tinggi di Lima, Pontifical Catholic University, Peru, di jurusan Filsafat, dan di the Freie Universität Berlin. Gelar pascasarjananya adalah di bidang Kebijakan Kebudayaan dan Manajemen Universitat de Barcelona dan Gelar Diploma dari Independent Study Programme of MACBA, Museum of Contemporary Art in Barcelona, Spanyol.
Dia telah bekerja di bidang manajemen seni sejak 2001, termasuk bekerja untuk institusi seperti House of World Cultures di Berlin dan the Hirshhorn Museum and Sculpture Garden, Washington DC, USA. Setelah dia bekerja sebagai Koordinator Program dan Pameran di Casa Asia, Barcelona, dia mulai melakukan praktek kuratorial tahun 2006 dalam IN_FUSION, pameran tentang Seni Kontemporer Peru. IN_FUSION dipresentasikan di Cervantes Institute Berlin tahun 2007 dan di Cervantes Institute Munich tahun 2008. Dia diundang sebagai kurator untuk International Prague Triennale, Republik Ceko, 2008 karena proyeknya, Identitas Hibrid dalam Lanskap Urban. Dia adalah kurator untuk program pameran tahunan untuk galeri IAC-Berlin setelah dibuka Februari 2008. Proyek terakhirnya, Fragmen Feminitas, dipresentasikan di CCCB (Centre of Contemporary Art of Barcelona), Barcelona, December 2009. Katerina juga bekerja sebagai kritikus seni dan telah menulis untuk beberapa majalah cetak maupun online, seperti Kunst Magazin Berlin, Artfacts.net dan koran harian Spanyol, La Vanguardia.
Residensi Kurator ini didukung oleh Goethe Institute
Informasi lebih lanjut: www.artatak.net
Tags: Discussion, Jawa, Talks, Tradition






