Sebagai seorang perupa muda dengan latar belakang seni grafis di ISI Yogyakarta, Moki kerap memasukkan teknik-teknik cetak seperti sablon dan stensil dalam karya-karya lukisnya. Kali ini ia mencoba berproses di IVAA dan membuat beberapa jenis karya gambar dan multimedia. Moki mencari data foto orang-orang yang ada disekitarnya; Eko Nugroho, Bambang Toko, Terra Bajraghossa, Wedhar Riyadi, Danius Kesminas, Samuel Indratma, dan Suwarno Wisetrotomo. Mereka adalah orang yang bagi Moki mempunyai pengaruh kuat dalam praktek berkeseniannya. Moki menyalin foto-foto para sosok dari koleksi arsip IVAA untuk ia sablon di atas kanvas. Tampilan para sosok tersebut ia olah lagi dengan sapuan cat akrilik. Bagi Moki, arsip bukanlah obyek pujaan yang tidak bisa diganggu gugat. Dokumen-dokumen tersebut ia anggap sebagai bahan mentah yang menarik untuk dicacah, dirobek, dan dibentuk ulang menjadi sebuah karya yang baru. Proses berkarya ini ia sajikan lewat komiknya yang jenaka.




