ivaa-online.org > Archive by category 'e-SURAT'

post thumbnail

Surat Volume 37

Daftar Isi:

Dan Bagaimana Praktik Seni Rupa Dituliskan Media Massa Hari Ini? (Sketsa Awal Menulis Penulisan Seni Rupa) oleh Yoshi Fajar Kresna Murti
Blogosfer
Ngobrol di IVAA: “Penulisan, Seni Visual,dan Informasi” oleh Invani Lela Herliana
Ilustrasi oleh Feri Pradigdo
Kamp Arsip: “Hak Cipta dalam Konten Digital” dan “Peraturan Perundangan Konten Multimedia” oleh Pitra Ayu Hutomo
Melihat Pameran Arsip IVAA di Biennale [...]

post thumbnail

Surat Vol.36

Daftar Isi:

Eksplorasi

Kawan-kawan Revolusi
Retrospeksi 21 Tahun Biennale Jogja

Apa Kabar IVAA

Kunjungan IVAA ke lembaga Arsip AS

Resume Kegiatan IVAA

Presentasi Karya Cristina Quisumbing
Sharing Pengalaman Hersri Setiawan

Produk IVAA
Berita Peristiwa
Snapshot

Sandy dan Danang “Mulyakarya”

Baca Surat Vol Web.36 di Scribd

post thumbnail

Surat Vol 35

Daftar Isi:
Eksplorasi

Ketika Perupa Pulang Kampung dengan Komputer Jinjing

Apa Kabar IVAA

Soft Launching IVAA Online Archive

Ada Apa Generasi iPod kita?

Resume Kegiatan IVAA

Manual Penggunaan Sistem Arsip Online IVAA
Peluncuran Sistem dan Pameran Highlight Koleksi Online IVAA

Memahami Heri Dono
Best of Aksara X

Baca Surat Vol. 35 di Scribd

post thumbnail

Surat Vol. 34

Teman-teman IVAA,
Salam sejahtera semuanya! Kali ini, Surat IVAA edisi 34 secara khusus mengetengahkan sedikit ‘bocoran’ dari proses pembangunan Online Archive IVAA. Seperti pernah dijelaskan di edisi sebelumnya dan juga di website kami, Online Archive IVAA merupakan sebuah sistem database IVAA yang meng-khususkan diri terutama pada pendokumentasian seni visual kontemporer (Indonesia) yang diformat dalam bentuk images [...]

post thumbnail

Surat Vol. 33

Sebagai terbitan kedua di awal tahun 2009, Surat Vol. 33 ini terbit hampir bersamaan dengan Surat Vol. 32 yang terbit lebih dahulu di akhir Januari. Bila Surat vol. 32 menghadirkan issue pasa seni rupa dan perubahan sosial, maka Surat vol. 33 ini mengetengahkan isu ‘Esensi Seniman Muda’. Merespon situasi terkini menyangkut ‘gelombang’ pelaku seni rupa [...]

post thumbnail

Surat Vol. 32

Bagaimanakah seharusnya pemberian nilai pada seni berlangsung sekarang? Ketika seni masuk semakin dalam ranah komoditas publik dan menjadi bagian dari mekanisme kapital, apakah ia masih layak ditempeli nilai simbolis sekaligus dibumbungkan nilai ekonomis yang telah mendorong produksinya? Apakah seniman/pekerja seni saat ini masih diposisikan sebagai kelompok ekslusif dalam masyarakat sebagai pengaruh kecenderungan budaya atau pencetus [...]

post thumbnail

Surat Vol.31

Memasuki pertengahan 2008 ini, redaksi SURAT berupaya mengumpulkan berbagai data mengenai kegiatan seni  visual di Yogyakarta, Bandung dan Jakarta sepanjang tahun 2007. SURAT volume kali ini mengundang penulis tamu yang belum genap setahun berdomisili di Yogyakarta. Grace Samboh, seorang perempuan muda yang sempat berpartisipasi dalam kursus menulis kami, AKSARA. Ia telah menyumbangkan sekelumit buah pikirnya [...]

post thumbnail

Surat Vol. 30

Volume ini mengangkat tema “Seni Urban” dengan sekelumit ulasan atas praktek-praktek seni visual yang berlangsung di Yogyakarta dan beberapa kota lain. Mengenai aktivitas yang berkaitan dengan seni urban di beberapa kota, kami telah mengundang tiga orang penulis yang juga merupakan aktivis muda seni dan budaya dari Bandung, Malang dan Makassar. Para penulis ini menyoroti proses [...]

post thumbnail

Surat Vol. 29

SURAT ini adalah edisi yang secara khusus kami sodorkan kepada pembaca, berisi resume hasil penelitian bertajuk “10 tahun Dokumentasi Yayasan Seni Cemeti”. Proyek penelitian ini kami selenggarakan sebagai bagian dari kegiatan Bidang Dokumentasi Yayasan Seni Cemeti (YSC). Penelitian ini dikerjakan oleh Nuraini Juliastuti dan Yuli Andari Merdikaningtyas, keduanya adalah pegiat di KUNCI Cultural Studies Center.
Setelah [...]

post thumbnail

Surat Vol. 28

SURAT  kali ini mengundang empat mitra untuk menuturkan pengalaman mereka dalam bersentuhan dengan seni visual. Mereka adalah Yayasan Etnoreflika, Yayasan Pondok Rakyat, Yayasan Lembaga Pengkajian Sosial Humana, dan Yayasan Seni Rupa Komunitas. Keempat mitra tersebut kami merasa mereka cukup intens bergaul dengan isu-isu perkotaan dan dikenali sebagai pengguna media visual dalam berinteraksi dengan anggota kelompok [...]

post thumbnail

Surat Vol. 27

SURAT YSC edisi kali ini dirancang sebagai katalog pasca event pameran “Orde dan Order” beserta rangkaian kegiatan pendukungnya yang diselenggarakan oleh Yayasan Seni Cemeti (YSC). Kegiatan utamanya adalah pameran seni visual diikuti berbagai kegiatan pendukung seperti diskusi, workshop menggambar pahlawan, lomba esai penulisan esai dan pemutaran film. Pameran “Orde dan Order” berusaha menunjukkan data, arsip, [...]

post thumbnail

Surat Vol. 26

Menengok berbagai event seni visual Indonesia sepanjang 2005 lalu, mulai dari terselenggaranya biennal di Jakarta, Bali, Yogyakarta beserta kontroversi yang menyertainya seperti infrastruktur seni visual yang dianggap lemah, manajemen dan wacana bienal, hingga pameran seri “Omong Kosong” dan diberinya kesempatan luas kepada seniman-seniman muda di berbagai event; menarik perhatian tim redaksi SURAT untuk membuat review [...]

post thumbnail

Surat Vol. 25

SURAT volume ini menampilkan empat tulisan dari peserta The Night Club 2005 – 2006. Empat tulisan itu diantaranya Menggambar di Kampung Juminahan oleh Anton Subiyanto, Seragam Sekolah bagi Generasi Histeris yang Latah oleh Daniel “Timbul” Cahya Krisna, Performance Art: Cerita yang Teringgal Dan Akan Terus Bergerak oleh Ronald Apriyan dan Caution: Aku Sticker-an! Oleh Sutrisno. [...]

post thumbnail

Surat Vol. 24

SURAT kali ini menyuguhkan beberapa tulisan tentang seks dan seni visual sebagai tema, diantaranya tulisan Tubagus P. Svarajati dan Keke Tumbuan pada rubrik Eksplorasi, kami juga menampilkan tulisan khusus dari Hendro Wiyanto tentang Almarhumah I GAK Murniasih pada rubrik Memorabilia. Pada volume kali ini juga menyertakan teks maklumat dari seniman di Yogyakarta dalam menyikapi sosialisasi [...]

post thumbnail

Surat Vol. 23

SURAT kali ini mengulik strategi survive para seniman, juga keterlibatan lembaga negara. Beberapa hal bahkan mungkin telah klasik tapi berharap ada yang bisa tetap berguna, walau itu hanya sebuah kenyataan, semacam rasa ketidaksendirian dalam menanggungkan pilihan.
Dicurigai ada sistem “ijon” di antara dinamika seni visual: seorang seniman yang hidup dalam tanggungan pemodal dan harus memasok karya. [...]

post thumbnail

Surat Vol. 22

SURAT kali ini membahas tentang kelompok-kelompok seniman yang pernah muncul, baik yang masih ada, maupun yang baru muncul. Yang mencoba menggali fenomena muncul dan tenggelamnya kelompok seniman. Pelbagai alasan dan persoalan mewarnai masing-masing kelompok. Selain itu, pembaca bisa membaca informasi dari Halim HD, perihal benturan antara individualitas dan sosialitas seniman dalam kebutuhannya berkelompok.

post thumbnail

Surat Vol. 21

SURAT kali ini menyajikan beberapa artikel terkait dengan isu pendidikan seni rupa di Indonesia. Dalam volume ini juga bisa mendapatkan dan memeriksa informasi bagaimana kondisi pendidikan seni rupa kita di ruang formal seperti sekolah dan kegiatan seni rupa yang sedang dikerjakan oleh lembaga informal. Bagaimana cara menggiatkan pengetahuan mereka sebagai unsur penting dalam pendidikan anak.
Selain [...]

post thumbnail

Surat Vol. 20

Pada volume kali ini SURAT menampilkan beberapa artikel berkaitan dengan tema utama, yaitu tentang ‘Sepak Terjang Kurator di Indonesia”. Anda bisa menelisik sedikit lebih dalam tentang bagaimana praktik kuratorial di Indonesia, dan apa relevansinya untuk dunia seni rupa, khususnya dalam kaitannya dengan publik. Dengan tema yang sama< Anda juga bisa membaca wawancara SURAT dengan Agus [...]

post thumbnail

Surat Vol. 19

Momen ulang tahun Rumah Seni Cemeti (Cemeti Art House) pada Desember 2003 lalu menarik perhatian dewan redaksi untuk mengajak pembaca semua berpikir dan memetakan ulang pertumbuhan ruang alternative sebagai salah satu infrastruktur penting dalam dunia seni rupa di Indonesia belakangan ini. Beberapa artikel kami sajikan berkaitan dngan tema tersebut, termasuk di antaranya rubrik baru “Ensiklopedi”.
Selain [...]

post thumbnail

Surat Vol. 18

Dokumentasi, kata yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Akan tetapi kesadaran dan perlakuan atas dokumentasi tentulah berbeda bagi tiap-tiap pihak. Dalam volume ini, SURAT membidik dokumentasi untuk fokus beritanya. Dan secara khusus juga melaporkan  kegiatan pendokumentasian yang sudah dilakukan oleh YSC (IVAA) selama ini. Selain dokumentasi, ada juga berita tentang Bienal Jogja 2003, dan pameran [...]

post thumbnail

Surat Vol. 17

Dalam beberapa waktu terakhir, bermunculan media cetak alternatif: seni rupa, khususnya di Jawa dan Bali. Hal ini seiring dengan bertumbuhnya komunitas seni (rupa). Hal inilah yang mendorong redaksi untuk mengangkatnya sebagai tulisan utama SURAT volume ini. Ada juga tulisan kritis tentang Venice Biennale dan CP Biennale. Pada bagian lain, Redaksi menampilkan salah satu aktivitas seni [...]

post thumbnail

Surat Vol. 16

Akhir-akhir ini di Yogyakarta, kegiatan seni publik semakin marak digelar. Salah satu kegiatan yang menonjol adalah adanya mural di sebagian besar di dinding kosong kota. Ini memicu respon publik dengan mulai bermunculan gambar mural di wilayahnya masing-masing. Fenomena ini menjadi tema SURAT kali ini. Selain menyuguhkan tulisan-tulisan tentang seni rupa publik di Yogyakarta khususnya, edisi [...]

post thumbnail

Surat Vol. 15

Dalam volume kali ini perbincangan tentang bienal dan trienal akan mendapat bahasan lebih lanjut oleh tiga penulis, masing-masing memberi sudut pandang yang berbeda. Dalam edisi ini pula, redaksi membahas salah satu kelompk seni rupa yang pernah ada di Yogya; kelompok baru dalam dunia fotografi , dan juga info kegiatan seni rupa, khususnya di Yogya.

post thumbnail

Surat Vol. 14

Dalam edisi ini, SURAT menampilkan topik Formalisme dalam Seni Rupa pada rubrik Sorot. Ada apa sesungguhnya dengan Formalisme beriku soal pembacaan di dalamnya? Alia Swastika dari Kunci Cultural Studies Center dan Agung Hujatnikajennong (pengamat seni rupa dan dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB) akan membahasnya. Yang lain misalnya reportase kritis Agung Kurniawan saat berkesempatan [...]

post thumbnail

Surat Vol. 12

Mozaik, kutipan dan lenyapnya batas-batas…
Di atas bukanlah deretan kata kunci, ia hanya menjadi tanda dan tafsir terhadap hiruk pikuk kesenian belakangan ini. Tak terelakkan kalau begitu banyak berbagai kesenian yang muncul dan beragam, keberbagaian itu, bak lukisan dengan teknik mozaik. Kita – di satu sisi bisa menjadi penghayat dan penafsir aktif dari keberbagaian itu. Barangkali [...]

post thumbnail

Surat Vol. 13

Dalam edisi ini, SURAT menampilkan topik Formalisme dalam Seni Rupa pada rubrik Sorot. Ada apa sesungguhnya dengan Formalisme beriku soal pembacaan di dalamnya? Alia Swastika dari Kunci Cultural Studies Center dan Agung Hujatnikajennong (pengamat seni rupa dan dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB) akan membahasnya. Yang lain misalnya reportase kritis Agung Kurniawan saat berkesempatan [...]

post thumbnail

Surat Vol. 10

Dalam volume 10 ini, SURAT mengetengahkan Kritik Seni pada rubrik Sorot, informasi dokumentasi yang dimiliki YSC (IVAA), berita seputar pameran AWAS! Snapshot Anto, pegrafis muda Yogyakarta dan kesaksian Rika waktu melihat Space Odyssey pameran dengan aksen iptek yang kental saat ia di Jepang dalam Apresiasi. Selebihnya adalah kontribusi tulisan dari Agung Hujatnikajennong dan Iwan Wijono.

Publish [...]

post thumbnail

Surat Vol. 9

Pada SURAT volume ini menurunkan topik soal residensi kesenian dan perihal diaspora, sebuah proses penyebaran individu ke berbagai negara atau daerah. Topik ini berawal dari pertanyaan, perihal apa saja yang dilakukan seniman ketika mendapatkan kesempatan istimewa di negara lain? Bagaimana bila seorang warga negara tertentu tinggal dan bermukim lama di suatu tempat di luar negaranya, [...]

post thumbnail

Surat Vol. 8

Masuk akal bila internet berdampak juga pada wilayah kesenian itu sendiri. Hadirnya infrastruktur virtual baru di internet seperti galeri, museum, artshop adalah fakta yang nyata di alam dotcom. Tak kurang pula , ratusan dan mungkin untuk ke depan jutaan situ seniman juga bisa muncul di internet. Yang penting disorot adalah adanya perubahan pada tata cara [...]

post thumbnail

Surat Vol. 7

Dalam volume kali ini, SURAT memilih salah satu kasus yang memberi banyak inspirasi yaitu sebuah kasus hilangnya lukisan dengan intrik-intrik yang kadang membuat kita sendiri bingung. Di lain hal sebuah bahasan tentang upaya seniman-seniman menggelar seni rupa pertunjukkan. Kemudian juga upaya lain dalam memacu semangat berkarya seni grafis dan lain sebagainya. Tentu apa yang terbahas [...]

post thumbnail

Surat Vol. 6

Jika ada optimisme yang layak untuk diharapkan sebagai wujud perubahan hidup lebih menarik (seperti kedo sebuah iklan ‘biar hidup lebih hidup’), mungkin pergantian tahun seperti saat inilah saatnya. Karena hingga kini, sebagian masyarakat di Indonesia masih menjadikan kesenian merupakan kebutuhan bukan primer sehingga hidup seolah-olah hanya untuk mencari makan dan menjalankan kewajiban religinya. Walupun kesenian [...]

post thumbnail

Surat Vol. 5

Edisi kali ini sarat dengan kajian tentang agenda pameran di Yogyakarta. SURAT YSC kian hari memang berusaha menyajikan berbagai kaitan antara seni dan masalah yang ada di masyarakat. bukan tidak mungin pada akhirnya nanti muncul berbagai prediksi, maupun kecenderungan menarik sebagai kajian ‘melihat’ dan perangai yang ada disekitar kita.

Publish at Scribd [...]

post thumbnail

Surat Vol. 4

Edisi ke empat ini ditandai dengan masukan yang menarik, berarti sudah terasa ada timbal balik yang saling menguntungkan. Beberapa tanggapan yang masuk, baik surat permintaan pengiriman yang bertubi-tubi maupun tanggapan untuk surat yang masuk dalam Surat YSC volume 3 lalu sampai persoalan pengambilan sudut redaksional menjadi perhatian. Edisi kali ini banyak menyoroti pada peristiwa yang [...]

post thumbnail

Surat Vol. 3

Di edisi Mei ini, merekam beberapa peristiwa yang mungkin sebagai akibat tekanan-tekanan masa lalu dalam kancah politik. Bagaimana seni dan politik sedang berkembang, hubungan apa yang sedang dijalin. Beberapa tulisan yang ada di dalamnya mencoba memberikan hal itu. Tak lupa, sambil berharap bahwa seni rupa kontemporer kian lama akan terasa nafasnya jika kebaruan-kebaruan sikap dan [...]

post thumbnail

Surat Vol. 2

Dalam edisi kedua ini, redaksi menyajikan wacana yang tertuang di dalam Pameran Foto Arsitektur Kontemporer Jepang. Di sisi lain kita berbicara bagaimana waktu yang sedang kita jalani membuat dan membentuk narasi-narasinya. Sajian lain adalah beberapa peristiwa yang di coba untuk mengingatkan kita akan tahun yang lalu. baca pula kejutan-kejutan akhir tahun yang cukup signifikan sebagai [...]

post thumbnail

Surat Vol.1

Pada edisi ini redaksi mencoba untuk berkenalan dan membuka lembaran-lembaran yang telah terjadi kala reformasi mengimbas di seni rupa Yogyakarta. Yaitu aksi Seni Rupa Publik. Selain dari dunia seni rupa yang lain seperti pameran , workshop grafis, juga seminar mengenai pajak dan izin perhelatan seni di masyarakat. Maka di sini redaksi mencoba menawarkan beberapa info [...]

 
 
-->