ivaa-online.org > Archive by category 'Riset'

post thumbnail

Wen Yau and Indonesian Performance Art Observation

Wen Yau adalah seorang seniman lintas media, penulis, peneliti, dan kurator. Beberapa tahun terakhir Wen Yau mempunyai ketertarikan yang kuat pada performance/live art yang berbasis media, terutama isu perbedaan budaya dan keintiman (intimacy) ruang publik.
Proyek terakhirnya “Seeing is Existing” (seri kamera lubang jarum, 2008), Civil Left/Right (video & performance, 2007), i-(s)wear project (one-to-one performance, 2007), [...]

post thumbnail

Tema Penelitian untuk IVAA-AAA Research Exchange

Empat fokus program dilahirkan tim arsip dan riset internal setelah membaca kembali proyek dan kegiatan seni rupa dalam koleksi arsip IVAA,yakni:
1. Perempuan dan Gender dalam Ekspresi Budaya Kontemporer
Pemetaan, pembacaan arsip dan klasifikasi ulang data. Mengumpulkan statistik aktivitas dan praktek seni visual sehubungan isu gender dan perempuan di ranah seni visual Indonesia. Mengkaji ulang dan menganalisa [...]

post thumbnail

Bendel Dokumentasi Kebijakan Kebudayaan Indonesia

Kebijakan Kebudayaan Indonesia adalah salah satu subyek yang masih dijajagi oleh IVAA. Sebagai lembaga dengan fokus pengembangan infrastruktur seni rupa Indonesia, IVAA berpartisipasi aktif dengan mengumpulkan bahan rujukan dalam proses penetapan hukum dan kebijakan kebudayaan Indonesia.
Untuk melihat dokumen secara terpisah, silakan klik penaut di bawah ini:
Dokumen Kongres LEKRA 1959
Cultural Sublimation oleh Amanda K. Rath
Hasil Penelitian [...]

post thumbnail

Seni Rupa Kelas Ekonomi

Sebuah penelitian tentang pemetaan infrastruktur ekonomi dunia seni rupa Indonesia, berkaitan dengan perkembangan gejolak ekonomi global dan fenomena sosial budaya di Indonesia dan Asia. Riset ini tidak hanya memotret situasi pasar seni rupa dari permukaan sebagaimana yang banyak dimunculkan media akhir-akhir ini. Namun, untuk memperoleh gambaran secara obyektif dan mendalam atas relasi-relasi antara pasar seni [...]

post thumbnail

Archive Retro: Biennale III Jogja & Binal Experimental Art 1992

Penggalian Kembali Sebuah Penanda Zaman
Biennale III Yogyakarta tahun 1992 merupakan sebuah event yang berbeda dari pameran-pameran sebelumnya di dunia seni rupa Indonesia, terutama karena juga adanya event respon-nya yang diorganisir secara independen, ‘Binal Experimental Art’ yang hadir sebagai reaksi dari penyelenggaraan event tersebut sekaligus juga memperkuat atmosfir seni rupa pada saat itu.
Hadirnya kedua event ini [...]

post thumbnail

Folders: 10 Tahun Dokumentasi Yayasan Seni Cemeti

Penelitian ini diterbitkan dengan judul “Folders”, berisikan kumpulan esai oleh Nuraini Juliastuti dan Yuli Andari, setelah mereka membedah prosedur kerja dan orientasi dokumentasi Yayasan Seni Cemeti selama 10 tahun, sejak pertama didirikan. Mereka membongkar koleksi data yang kebanyakan belum terorganisir dengan efektif, mulai dari katalog hingga surat kontrak dengan seniman yang didokumentasikan. Dari penelitian ini [...]

post thumbnail

ShortWave

Penelitian dengan metode visual ini bertujuan untuk menggambarkan gelombang-gelombang kecil pertempuran domestik dan perubahan budaya yang terjadi pada individu, keluarga, atau kelompok masyarakat. Indramayu dipilih sebagai lokasi tempat mengadakan riset karena daerah ini merupakan lumbung beras, pemasok kebutuhan minyak bumi, sekaligus pemasok kebutuhan tenaga kerja domestik. Permasalahan yang diangkat untuk kemudian diolah dalam medium-medium berbasis [...]

post thumbnail

Seni Rupa dan Kekuasaan di Bali, dari Mooi Indie ke Mendobrak Hegemoni

Dalam penelitian ini, Ngurah Suryawan mendeskripsikan medan kekuasaan dalam seni rupa Bali. Ia mencatatkan peristiwa dan nama yang menandai perkembangan seni rupa modern sejak jaman kolonial hingga seni rupa kontemporer yang menciptakan medan industri baru di Bali.
Program Tuhfah adalah pemberian grant penelitian untuk tema-tema penelitian seputar seni rupa yang jarang diangkat maupun diperbincangkan. Tema besar [...]

post thumbnail

Tuan Tanah Kawin Muda

Dalam penelitian ini, Antariksa menjalin kontak dengan seniman-seniman yang pernah menjadi anggota LEKRA dan seniman-seniman sezaman yang masih hidup, serta mengumpulkan data-data yang pernah dilakukan peneliti lain seperti hasil penelitian dan transkrip mengenai wayang dan metode turun ke bawah (turba). Argumen yang dibangun oleh Antariksa adalah bahwa dalam hubungan seni rupa dengan LEKRA, konteks sosial [...]

post thumbnail

Greng! Koleksi Lukisan dalam Esai Kesejarahan

Dalam penelitian ini, Primanto mengangkat soal pengoleksian karya seni rupa. Ia mengangkat perkara pelembagaan elemen dalam medan seni rupa, pergantian kekuasaan, gejolak politik ekonomi, dan pengaruhnya pada sirkulasi komoditas. Ia menutup hasil penelitiannya dengan pembahasan mengenai koleksi seni rupa di tingkat publik, hingga relasi antar pribadi yang menghidupi medan sirkulasi tersebut.
Program Tuhfah adalah pemberian grant [...]

 
 
-->