ivaa-online.org > Archive by category 'Proyek Sebelumnya'

post thumbnail

Pameran dokumentasi dan Proyek Seni “Le Buffet Floatant”

Berbarengan dengan eksekusi proyek seni “Le Buffet Floatant”, IVAA menampilkan dokumentasi dari proyek-proyek seni dan performance art yang mengangkat ritual makan bersama, atau melibatkan makanan sebagai elemen interaksi dan komunikasi. “Le Buffet Floatant” sendiri adalah karya keliling dua seniman Prancis, menampilkan kotak-kotak berisi kue dan biskuit yang diikat pada balon gas, sehingga kotak-kotak tersebut harus [...]

post thumbnail

Talkseries: 10 Tahun Retrospektif Athonk

Dalam presentasi ini, Athonk membagi pengalamannya mengolah karakter yang bernama Old Skull dalam kompilasi komik berjudul sama. Athonk adalah penerima Kosasih Award tahun 2007, sebuah penghargaan yang diberikan bagi insan komik Indonesia. Athonk, menekuni Old Skull selama 10 tahun, dan melalui beberapa periode dimana ia perlu melakukan penyesuaian antara cerita, penokohan, dengan ide-ide mentah yang [...]

post thumbnail

Pameran Kelompok “Octocyber Cannibal”

Nama-nama mereka sering kita temukan berserakan di tembok-tembok sepanjang Kota Yogyakarta. Namun, dalam pameran ini mereka tidak hanya mencoret-coret tembok. Mereka mengangkut obyek-obyek yang mereplikasi bentuk robot dari bahan-bahan seperti kaleng, PVC atau bahan plastik yang sudah tidak bisa didaur ulang. Bahan-bahan ini kemudian dirangkai, diwarnai ulang hingga nampak memiliki anggota tubuh, meniru pose tertentu, [...]

post thumbnail

Talkseries: Birdprayers

Birdprayers adalah proyek yang diinisiasi oleh Arya Pandjalu dan Sara Nuytemans setelah mereka bersama-sama melalui periode residensi Landing Soon di Cemeti Art House. Dalam proyek ini, Sara dan Arya mempersoalkan situasi dimana manusia sering ditempeli, atau menempeli diri dengan berbagai identitas supaya dapat diidentifikasi dengan elemen atau kelompok lain yang sejenis. Presentasi proyek ini diimbangi [...]

post thumbnail

Talkseries: Tasty Video Diary

Kampung Halaman adalah kelompok yang giat menggerakkan remaja untuk menyampaikan ide-ide mereka melalui berbagai media. Setelah beberapa proyek, Kampung Halaman memutuskan untuk terus memanfaatkan video sebagai medium utama, baik untuk tujuan advokasi maupun mediasi informasi. Dalam presentasi ini, Kampung Halaman mengangkat isu tentang bagaimana keleluasaan sekaligus keterbatasan video yang bersifat partisipatoris. Di satu sisi, video [...]

post thumbnail

Workshop: Seni Serat dengan Teknik Tapestri

Workshop ini memberikan pengetahuan umum dalam pengerjaan tapestri dari serat-serat sintetis yang murah. Para tutor menyediakan papan dan benang yang digunakan untuk menganyam. Proses workshop yang berlangsung selama satu minggu mencakup pengenalan dasar bahan, pengenalan dua teknik dasar anyaman, dan pembuatan pola gambar dari warna-warna serat yang berbeda.
Tanggal: 25 Agustus – 5 September 2007
Narasumber: Abdul [...]

post thumbnail

Talkseries: Presentasi Arafura Craft Exchange

Arafura Craft Exchange adalah proyek mengenai kriya kontemporer dari Australia dan Indonesia. Presentasi proyek ini dipandu Sudjud Dartanto, dosen ISI Yogyakarta yang menjadi kurator tamu untuk seri kedua yang dibarengi dengan pameran Triennale. Ia menceritakan proses kunjungannya ke studio-studio kriya dan proses kurasi untuk wakil dari Indonesia, seperti Asmudojo Jono Irianto, Dona Prawita Aristuta, Titarubi.
Tanggal: [...]

post thumbnail

Gathering & Diskusi Trimatra

Diskusi ini dilakukan untuk mencatat ulang perkembangan kemunculan obyek trimatra dan posisinya dalam medan seni kriya kontemporer. Bagaimanapun, pembahasan semacam ini tidak bisa hanya dilakukan satu kali dan dalam lingkup kecil. Kriya kontemporer masih menyimpan banyak potensi yang tidak serta merta berkaitan dengan dikotomi seni murni dan kerajinan, obyek fungsional maupun non-fungsional.
Tanggal: 6 Juli 2007
Narasumber: [...]

post thumbnail

Presentasi Pembangunan Jogja Art Relief di Nitiprayan

Presentasi ini menginformasikan hampir selesainya pembangunan “Jogja Art Relief”, sebuah ruang yang ditujukan untuk aktivitas kesenian bagi seniman maupun aktivitas harian warga Nitiprayan. Ruang ini dibangun dari donasi para pencinta dan pelaku seni rupa Indonesia dalam rangka kepedulian atas bencana gempa bumi Yogyakarta tahun 2005.
Tanggal: 6 Juli 2007
Narasumber: Ong Hari Wahyu, Bambang ‘Toko’ Witjaksono, Eko [...]

post thumbnail

Pameran dan Diskusi “Seni Lukis Indonesia Tidak Ada”

Penyelenggara: Hafiz, Agung Kurniawan, Kedai Kebun Forum, Dewan Kesenian Jakarta
Tanggal: 21 – 22 Mei 2007
Tempat: Kedai Kebun Forum

post thumbnail

Pameran data dan Diskusi “HAI! Retro”

Majalah HAI pernah menjadi salah satu referensi utama gaya hidup bagi anak muda Indonesia, terutama mereka yang melalui masa remaja pada era 80an dan 90an. Bagi mereka, HAI adalah acuan untuk musik, pakaian, sekaligus sumber wawasan atas apa yang terjadi di dunia; dibahasakan pas, cerdas tapi tidak menggurui. IVAA dan KUNCI Cultural Studies tertarik untuk [...]

post thumbnail

Pameran data, Diskusi, dan Pemutaran Film “Retro Komedi Indonesia”

Pameran ini menampilkan imej-imej yang merepresentasikan dunia komedi Indonesia. Imej-imej yang diperoleh dari majalah yang dipublikasikan pada era 60an-70an ini tidak hanya berisikan promosi film, tetapi juga kisah tokoh, liputan dan ulasan mengenai apapun yang memiliki relasi dengan komedi. Selain dari majalah, imej-imej juga diperoleh dari sampul kaset audio yang berisi sandiwara dan lagu komedi. [...]

post thumbnail

IVAA BookAID

Proyek ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian publik seni terhadap praktek-praktek dokumentasi dan penyebaran informasi melalui wadah informasi seperti IVAA. Dengan format pameran untuk penggalangan dana, IVAA mengundang lebih dari 80 perupa untuk turut berpartisipasi dalam dua kali pelaksanaan. Dari pameran, perupa mendonasikan 50% hasil penjualan untuk menunjang aktivitas perpustakaan dan layanan publik [...]

post thumbnail

Residensi Seniman dari Asialink: Danius Kesminas

Pada tahun 2006, Danius Kesminas dari Australia menjalankan periode residensinya di IVAA. Dengan asisten Samuel Bagas Wirasseto (Gentonk), ia bekerja dengan sekumpulan perupa muda Yogyakarta. Bersama-sama mereka membentuk PUNKASILA, kelompok yang membuat musik dan pertunjukannya berdasarkan isu-isu sosial politik. PUNKASILA melibatkan perupa-perupa lain karena mereka menggunakan ikon-ikon militer seperti seragam tentara dengan motif batik sampai [...]

post thumbnail

Antar Kota Antar Propinsi (AKAP)

AKAP (antar kota antar propinsi) dilakukan untuk menindaklanjuti proyek pertukaran Yogyakarta dengan Padang, “Mengerti Indonesia”. AKAP adalah ajang pertemuan beberapa kelompok/ruang inisiatif dari kota: Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Denpasar, dan Padang. Partisipan pertemuan adalah ruang inisiatif yang telah terbukti mampu bertahan mengelola organisasi, aktivitas, dan idealismenya dengan segala keterbatasan yang mereka miliki. Tiap sesi mengangkat isu [...]

post thumbnail

Residensi Seniman Asialink: Malcolm Smith

Pada tahun 2005, Malcolm Smith dari Australia menjalankan residensinya di Indonesia. IVAA and Rumah Seni Cemeti menjadi tuan rumahnya selama 2 bulan. Pada periode residensinya, Ia mengadakan serangkaian workshop. Salah satunya dinamakan “Do It Yourself Video Projector Workshop”, dimana ia mengajak orang-orang untuk membuat sendiri proyektor video mereka. Partisipan workshop dipilih berdasarkan keahlian dan mewakili [...]

post thumbnail

Kelas Kesenian: The Night Club

The Night Club adalah program pelatihan untuk umum mengenai pengenalan sejarah seni rupa dan penulisan kritik seni. Dalam program ini, IVAA mengundang beberapa narasumber yang memberikan materi dasar pengenalan kritik, semiotika, dan penulisan kreatif. Para narasumber adalah penulis, dosen, jurnalis, dan peneliti.
Tanggal: 2000 – 2005
Narasumber: Kris Budiman, Joko Pinurbo, St. Sunardi, Primanto Nugroho, Raihul Fadjri, [...]

post thumbnail

Workshop Teknik Seni: Stensil

Sebelum praktek, Arie Dyanto mempresentasikan sejarah perkembangan stensil dengan cat semprot di beberapa negara dan juga di Indonesia, kepada para peserta workshop. Materi ini ia dapatkan lewat observasinya dalam beberapa situs web. Ia juga melengkapi presentasinya dengan tahapan-tahapan pembuatan stensil yang menunjukkan beragam sajian visual.
Setelah workshop usai, karya hasil workshop peserta dipamerkan di kantor YSC [...]

post thumbnail

Fixing the Bridge

“Fixing the Bridge” adalah pertemuan dan pembentukan jejaring antara individu, komunitas, dan organisasi yang bergerak dalam medan sosial seni rupa. Forum ini memperbincangkan visi dan misi masing-masing, mencari persamaan, dan titik pijak untuk membangun penyeimbang dari kecenderungan sentralistik seni rupa dunia. Terdiri dari workshop dan pameran dari beberapa kelompok, FTB diikuti 29 individu, kelompok, dan [...]

post thumbnail

Workshop Teknik Seni: Salt Print

Salt print adalah salah satu teknik dalam seni grafis di atas kertas yang sudah dilapisi larutan sodium klorida (garam dapur/NaCl), kemudian kertas dilapisi lagi dengan perak nitrat (AgNO3). Gambar bisa diperoleh dari negatif film, atau langsung digambar di atas negatif, ditutup dengan kaca, dan dihadapkan pada sinar matahari langsung hingga bereaksi. Terakhir, hasil cetakan dilapisi [...]

post thumbnail

Residensi Seniman BFA: Att Poomtang-on (Yao)

Yao adalah perupa asal Thailand yang menggagas proyek berjudul, “Jagalah, Berubahlah”. Dalam proyek ini ia membuat  lampion dan tenda yang ia pasang di Alun-alun Selatan sebagai penanda wilayah interaksinya dengan publik sekitar. Ia juga membagikan kaos dan masker sebagai eksekusi dari idenya mengenai polusi udara akibat kendaraan bermotor dan sisa industri.

post thumbnail

Presentasi: Persiapan pameran “Grid”

Pameran “Grid” adalah kolaborasi antara Fendry Ekel, Tiong Ang, Remy Jungerman, dan Mella Jaarsma di Cemeti Art House, Yogyakarta dan Erasmus Huis, Jakarta. Dalam presentasi ini, mereka menunjukkan slide dan video dari observasi mereka sebelum berkarya. Pameran “Grid” sendiri mengangkat isu multikulturalisme, terutama dari persepesi orang-orang Eropa yang lama hidup di Asia, dan orang Asia [...]

post thumbnail

Kuliah Umum “Rent – Pengenalan pada Medan Sosial Seni Rupa Kontemporer Australia”

“Rent” mendeskripsikan hubungan sementara manusia dengan hal-hal disekitar mereka. Hal-hal yang didistribusikan ulang oleh manusia ini tidak mungkin dimiliki dan tidak diciptakan manusia dari ruang kosong, karena manusia hanya menggunakan dan menyesuaikan hal-hal tersebut menurut kebutuhan. Sehingga dalam proses ini, manusia meminjam hal-hal tersebut dan harus membayar sewanya. Stuart Koop mengajukan tesis bahwa seni rupa [...]

post thumbnail

Diskusi Kritik Seni

Seri terakhir diskusi mengenai kritik seni ini dilakukan bertepatan dengan pameran tunggal karya Jumaldi Alfi. Sehingga, kritik bisa dilakukan langsung dengan contoh pameran yang sedang berlangsung.
Tanggal: 15 September 2002
Narasumber: Nirwan Dewanto, Mikke Susanto, Ari Widjaja
Tempat: Bentara Budaya, Yogyakarta, Indonesia

post thumbnail

Pameran Seni Serat “Tali Ikat: fiber connections”

Pameran ini mencoba untuk melihat berbagai gejala yang muncul di dalam praktek seni rupa, terkait dengan penggunaan material serat dalam perwujudannya. Serat yang dipakai tidak terbatas hanya pada material yang lazim dipakai di dalam tekstil, tenun, dan anyaman. Tetapi juga, mencakup material seperti kertas, plastik, kawat, ranting, rumput, serta berbagai material lain dengan penampilan dan [...]

post thumbnail

Presentasi perupa Indonesia yang terlibat dalam Gwangju Biennale dan Fukuoka Asian Art Triennale 2002

Presentasi ini menginformasikan persoalan ruang alternatif, terutama yang didirikan oleh seniman. Sebelumnya, presentasi dilakukan para narasumber ketika berpartisipasi dalam Gwangju Biennale (2002). Ketika itu, ruang alternatif dan ruang inisiatif seniman adalah tren yang berlangsung di medan sosial seni rupa Asia. Presentasi ini pula yang mendasari perancangan forum Fixing the Bridge di tahun 2004.
Tanggal: 20 Agustus [...]

post thumbnail

Presentasi Popok Tri Wahyudi dan Bunga Jeruk

Dalam presentasi ini, Popok Tri Wahyudi dan Bunga Jeruk menceritakan pengalaman mereka dalam melakukan residensi di Amerika Serikat.
Tanggal: 14 Juli 2002
Narasumber: Popok Tri Wahyudi, Bunga Jeruk
Tempat: IVAA

post thumbnail

Workshop: Performance Art Arahmaiani

Arahmaiani mengundang delapan seniman performans asal Jepang atas prakarsa The Japan Foundation. Workshop diawali dengan diskusi yang dilakukan antara mereka dengan lima seniman performans asal Indonesia, sekaligus menonton dokumentasi performans. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan menampilkan performans bergantian.
Tanggal: 9 – 10 Juni 2002
Narasumber: Arahmaiani
Tempat: Kedai Kebun Forum, Yogyakarta, Indonesia

post thumbnail

Workshop: Pengetahuan Seni – Sejarah Seni Rupa Indonesia dan Barat untuk Manajer Seni

Workshop ini dilakukan setiap Senin. Fokus utamanya adalah pembangunan kapasitas untuk manajer seni dan staf IVAA. Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan tambahan mengenai sejarah seni rupa secara global, terutama bagi mereka yang bekerja di lingkup seni rupa dan berasal dari latar belakang selain seni rupa.
Tanggal: Mei – Juni 2002
Narasumber: Mikke Susanto
Tempat: IVAA

post thumbnail

Lyra Abueg Garcellano

Program ini adalah uji coba setelah tiga periode residensi sebelumnya. Lyra Abueg Garcellano, perupa dari Filipina yang dipilih, diminta untuk mengemas kewajiban berpamerannya dalam bentuk jurnal, melakukan artists’ talk dan kuliah umum, sekaligus program visiting dan open studio. Ketika itu, ia membuat presentasi proyek yang ia namakan “The Red Dot Project” dan “Free Land”. Dalam [...]

post thumbnail

Workshop: Performance Art Tero Nauha & Tina Ward

Tero Nauha dan Tina Ward adalah dua seniman performans asal Finlandia. Dalam workshop ini mereka memberikan pengetahuan dasar mengenai performans yang ketika itu belum banyak dilakukan dalam ruang-ruang tertutup. Selain performans, keduanya juga melukis dan membuat karya-karya video. Workshop ini dilakukan atas prakarsa Yayasan Seni Cemeti dan Duta besar kebudayaan Finlandia.
Tanggal: 21 – 23 Agustus [...]

post thumbnail

Workshop: Papier-mâché oleh Cindy Czabania

Workshop ini dilakukan dalam dua bagian, untuk anak-anak dan untuk dewasa. Cindy memberikan dua materi pendalaman, boneka untuk anak-anak dan topeng untuk dewasa. Cindy Czabania adalah seniman asal Australia yang mengerjakan boneka dari penggabungan prinsip desain tekstil, sculpture, dan perhiasan. Mengawali workshop ini adalah demonstrasi daur ulang selama tiga hari, untuk mempersiapkan bahan utama pengerjaan [...]

post thumbnail

Mengerti Indonesia

Kuss Indarto sebagai perwakilan IVAA melakukan survey ke Sumatra Barat untuk mancari kandidat pemagang. Dipilhlah M. Ridwan yang bergabung dengan Komunitas Seni Rupa Belanak. M. Ridwan kemudian melakukan observasi ke komunitas-komunitas dan ruang seni di Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Di akhir periode magang, M. Ridwan mempresentasikan hasil observasinya yang terdiri atas topik-topik antara lain: identitas [...]

post thumbnail

Diskusi Kritik Seni

Diskusi kritik seni yang keempat dilakukan di Ruang Benda. Benda adalah ruang yang banyak menampilkan tampilan rupa dari berbagai medium dengan kecenderungan kriya, terutama karya-karya trimatra.
Tanggal: 23 Maret 2001
Narasumber: Mikke Susanto, Djudjur Tata Susila, Bambang “Kirik” Ertanto
Tempat: Ruang Benda, Yogyakarta, Indonesia

post thumbnail

Gerilya Project

Gerilya Project adalah lanjutan dari Asura, namun dengan fokus yang berbeda. Perubahan ini dilakukan atas pertimbangan bahwa siswa/i selalu berganti tiap tahun, sementara guru-guru mereka cenderung tetap. Pelatihan kemudian diberikan pada guru-guru melalui pendampingan seniman yang memaparkan teknik-teknik aplikatif seni rupa. Setelah program ini dilakukan selama tujuh tahun, IVAA memutuskan untuk menutup periode pelatihan dengan [...]

post thumbnail

Mahbubur Rahman

Mahbubur Rahman adalah perupa yang berasal dari Bangladesh. Karya-karyanya mengekspresikan beragam ide yang biasanya berasal dari respon atas peristiwa sejarah. Dalam residensi ini, Mahbubur didukung oleh Arya Pandjalu sebagai Liaison Officer (LO). Pamerannya dilangsungkan di Kedai Kebun Forum, Yogyakarta.

post thumbnail

Diskusi Kritik Seni

Masih mengenai kritik seni, kali ini diskusi diadakan di Embun Gallery.  Galeri yang dibuka tahun 1999 ini kebanyakan menampilkan karya-karya seniman muda meskipun beberapa kali memamerkan karya dari seniman yang lebih senior.
Tanggal: 2 Februari 2001
Narasumber: Warsono, Urip Danu wijoyo, Cahyo Nugroho
Tempat: Embun Gallery, Yogyakarta, Indonesia

post thumbnail

Diskusi Kritik Seni

Diskusi kali ini adalah lanjutan dari diskusi sebelumnya mengenai kritik seni. Kedai Kebun Forum adalah galeri, ruang pertunjukan, dan restoran yang terbuka untuk berbagai macam aktivitas publik. Informasi mengenai KKF dapat diakses melalui: http://kedaikebun.com
Narasumber: Kuss Indarto, Nuraini Juliastuti, Sudjud Dartanto
Tempat: Kedai Kebun Forum, Yogyakarta, Indonesia

post thumbnail

Diskusi Kritik Seni

Diskusi ini adalah bagian satu dari lima bagian pembahasan mengenai kritik seni. Tujuannya adalah menstimuli perkembangan kritik atas karya, kegiatan, dan praktek-praktek kesenian lain. Gelaran Budaya adalah salah satu ruang pamer yang pernah aktif melakukan kegiatan di Yogyakarta, dan didirikan atas prakarsa Galam Zulkifli, Dipo Andy, Nugroho Wantoro, dan beberapa perupa lain. Gelaran mengakomodir praktek-praktek [...]

post thumbnail

Workshop: Jurnalisme Seni Kontemporer untuk Wartawan

Workshop ini dilakukan selama dua kali. Dengan tiga pemateri yang terdiri dari kurator, dosen, dan editor.
Tanggal: 2 – 3 Juni 2000
Tempat: Kedai Kebun Forum, Yogyakarta, Indonesia

 
 
-->