Residensi Seniman dari Asialink: Danius Kesminas

img_1320Pada tahun 2006, Danius Kesminas dari Australia menjalankan periode residensinya di IVAA. Dengan asisten Samuel Bagas Wirasseto (Gentonk), ia bekerja dengan sekumpulan perupa muda Yogyakarta. Bersama-sama mereka membentuk PUNKASILA, kelompok yang membuat musik dan pertunjukannya berdasarkan isu-isu sosial politik. PUNKASILA melibatkan perupa-perupa lain karena mereka menggunakan ikon-ikon militer seperti seragam tentara dengan motif batik sampai gitar yang meniru bentuk senapan. PUNKASILA mengadakan pertunjukan di Yogyakarta, Bandung dan Semarang. Mereka juga telah merilis album berjudul “Acronym Wars”. Setelah Danius Kesminas menyelesaikan periode residensinya, PUNKASILA sempat diundang untuk melangsungkan pertunjukan di Australia dan mengadakan beberapa pertunjukan lain di Yogyakarta. PUNKASILA adalah: Danius Kesminas, ìHahanî Uji Handoko Eko Saputro, Rudy “Atjeh” Dharmawan, “Iyok” Prayoga Satrio Utomo, Janu Satmoko, Prihatmoko “Moki” Catur, Gde Krisna Widiatama, dan Wimo Ambala Bayang.