New Information
INDONESIAN VISUAL ART ARCHIVE
Your Graffiti

gambar2

New Publications

Kompilasi Pertunjukkan Black Ribbon 2004-2005
Writer : Dokumentasi IVAA
Price : Rp 50.000 (tidak termasuk ongkos kirim)
Type : Dokumenter

Black Ribbon are Hahan, Iyok, Krisna (and later Moki), students of Indonesia Institute of The Arts. Their first performance was in 2004, at a comic launch in Yogyakarta with on-stage identity 'DJ Cassette'. The group distorts audios from cassettes, making noise out of a range of old tape and radios.

Agenda IVAA

Nanang Zulkarnaen: Ada Apa dengan Kumis?
09 Mei 2008
Place : IVAA Hobby Studio
Time : 19:00
06 Mei 2008
Place : Indonesian Visual Art Archive
Time : 11:00
Opening: Works of Wayang Kulit by Ki Ledjar
17 April 2008
Place : Warung Mbak Ivaa
Time : 19:00
BookAID Vol.02/08
12 April 2008
Place : Edwin's Gallery, Kemang, Jakarta
Time : 19:21

Inviting you to the opening of our Fundraising Exhibition: BookAID vol.02/08I Boys and GirlsI Contemporary Art, Youth Life and Culture. Artists in alphabetical order:


Part I:
Arahmaiani/Astari Rasjid/Ayu Arista Murti/Diah Yulianti/
Dolorosa Sinaga/Dyan Anggraeni/Endang Lestari/Indie Guerillas
(Santi Ariestyoawanti)/Lelyana/Tiarma Sirait/Theresia Agustina (Tere)/Wara Anindyah/Yani Mariani Sastranegara

Part II:
Abdi Setiawan/Abdul Syukur/Agung Kurniawan/Angki Purbandono
/Arie Dyanto/Bambang BP/David Armi Putra/Decky Leos/
Eddie Prabandono/Edwin D Roseno/Eko Didyk Sukowati
/Entang Wiharso/Erizal AS/Feri Eka Candra/Gusmen Heriadi
/Hojatul/I Made Arya Palguna/I Made Aswino Aji/Indra Widiyanto
/Iwan Effendi/Julnaidi MS/Nindityo Adipurnomo/Pius Sigit Kuncoro
/Rieswandi/Rifqi Sukma/Rosid/S.Teddy D/Rudi Sri Handoko
/Terra Bajraghosa/Tommy Wondra/Willy Himawan/
Wimo Ambala Bayang/Yon Indra/Yuswantoro Adi

Opening: Solo Exhibition by Pius Sigit Kuncoro
03 Maret 2008
Place : IVAA Hobby Studio
Time : 19:00

"The Final Battle" adalah ungkapan duka cita Sigit Pius pada seorang anak petani, prajurit dan mantan pemimpin Republik Indonesia yang mengakhiri masa kepemimpinannya pada 1998 lalu.

Figur tersebut, alm. HM. Soeharto telah menginspirasi Sigit Pius untuk mendekonstruksi atmosfer bangsa pada saat-saat terakhir sang mantan pemimpin. Saat-saat yang kemudian Ia anggap sebagai pertempuran terakhir dari sang Jenderal.